Jalan-jalan

Doraemon, Google, dan Misa di Jepang

DSCF5321.JPG

Haloo! Cerita tentang Jepang balik lagi! Udah setaun, tapi tulisannya belom kelar2! Ya ampun, ketauan banget malesnya ya! (>,<). Nah, tanpa panjang lebar lagi, saya bakal lanjutin cerita ke Jepang yang udah sempat tertunda.

Setelah dari Kawaguchiko, kami kembali ke Tokyo buat ketemu sama Kayo. Cerita lengkapnya ada di sini.

Abis ngopi dan ngobrol (pake google translate) sama Kayo, dia langsung pamit karena harus kembali ke Osaka pakai Shinkansen, gak boleh telat, karena kalau telat bakal ditinggal. Bye Kayo! See you again!

Nah abis ketemu Kayo, kita semua lapar dan pengen makan yang anget2. Jadilah kita putuskan buat makan Ichiran ramen yang ternyata emang enak banget. Pengen tau seenak apa, baca di post ini yah!

Karena udah lelah dan kenyang, kami putuskan buat langsung masuk ke lokasi penginapan airbnb. Ini rekomended banget buat yang mau nginep di Tokyo. Reviewnya bisa dibaca di tulisan yang ini yah. ^^

Keesokan harinya, kami pergi ke Museum Doraemon! Sebenernya ini sih bukan khusus Doraemon ya, tapi sebenernya museum Fujiko F. Fujio. Yang gak tau siapa dia, silakan googling ya, saya gak bakal banyak bahas tentang itu di sini. šŸ˜€

Nah, yang pengen saya ceritakan adalah gimana museum ini bisa membawa kenangan masa lalu (apa sih, Ka!) maksudnya kenangan masa kecil pas nonton kartun di TV gitu lo. Pas awal masuk museum, kita bakal masuk satu ruangan berisi naskah-naskah komik dari Fujiko F Fujio. Di masing-masing display ada nomornya, nomor ini berfungsi untuk menjelaskan display melalui telepon genggan (??) yang diberikan dipinjamkan kepada kita. Yang gak bisa berbahasa Jepang, jangan khawatir, penjelasan juga tersedia dalam bahasa Inggris kok.

DSCF5316.JPG

Selain ada display karya-karya dari Fujiko F. Fujio yang gak cuman Doraemon dan kawan-kawan, jangan sampai melewatkan buat foto-foto di taman belakang dari museum ini. Di taman ini ada beberapa patung karakter yang sayang dilewatkan untuk foto-foto narsis.

This slideshow requires JavaScript.

Untuk berkunjung ke museum ini ada waktu-waktu tertentu. Seingat saya, kalau tidak salah ada pukul 10.00, 12.00, dan pukul 16.00. Jadi pastikan kamu memilih waktu yang sesuai ya. Untuk masuk, kamu harus membeli tiket terlebih dahulu. Nah, sayangnya tiket museum ini tidak bisa dibeli on the spot. Kamu harus beli dulu di mesin Loopy yang ada di Lawson, dimana pun storenya. Kamu tinggal bilang sama petugasnya kalau mau beli tiket Doraemon Museum, nanti mereka akan membantu untuk memesankan. Harga tiket dewasa sekitar 1.000 yen.

Kalau udah puas keliling dan foto-foto, ada juga cafe yang nyediain makanan dengan konsep karakter kartun dari Fujiko F. Fujio. Duh, isinya cute semua! Sampe gak tega buat makan!

This slideshow requires JavaScript.

Nah, pas sampai di sini, si Ria gak tau kemana, udah ilang aja! Maklum itu anak suka banget keliaran sendiri. Akhirnya, saya sama Dian milih buat stay dulu di cafe sambil nunggu Ria. Kalau-kalau dia keluar dari ruang display. Nyatanya dia gak keluar-keluar juga.

Kami putuskan buat lanjut ke area souvenir dan oleh-oleh. Buat pecinta Doraemon siap-siap dekap dompet erat-erat ya. Karena bakal mupeng banget buat bawa pulang semua barang lucu di sini.

Nah, pas di tempat souvenir ini, masuk Line dari Ria, ternyata dia udah di luar museum karena ngira, saya dan Dian udah keluar. Dia gak bisa ngontak kami karena Wifi portablenya saya bawa, jadinya dia minta nebeng tethring dari HP salah satu pengunjung lain. Yaelaaahh anak ini… Akhirnya kami segera keluar, karena bakal langsung lanjut ke deaerah Roppongi buat main ke kantor Google!

Yang mau lebih banyak tentang Museum Fujiko F. Fujio bisa langsung ke websitenya yah…

Buat cerita kayak apa isinya kantor Google dan gimana bisa masuk ke sana, silakan buka tulisan ini yah.

Abis dar kantor Google, kami langsung capcus ke Gereja di daerah Roppongi buat ikut Misa Jumat Agung. Karena pas kami pergi ini bertepatan dengan hari raya Paskah. Sayangnya, kami gak sempat foto suasana misa dan gerejanya kayak apa. Tapi, karena daerah Roppongi ini merupakan daerah ekspatriat yang artinya banyak orang asing, jadilah bahasa yang digunakan untuk misa adalah bahasa Inggris.

Karena selesai misa sudah malam, kami pun langsung balik kanan menuju penginapan, karena besok pagi-pagi buta bakal berangkat ke Osaka! Kemana aja di Osaka, tunggu di next post yah!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s